Jl. R.A. Kartini No. 1 Jember 0331-487488 vokasi@smknegeri4jember.sch.id
Blog

Hari Waisak: Jejak Pencerahan dan Kedamaian dalam Tradisi Buddha

Hari Waisak, atau yang juga dikenal sebagai Vesak atau Visakha Puja adalah hari suci paling penting bagi umat Buddha di seluruh dunia. Hari ini memperingati Tiga Peristiwa Agung dalam kehidupan Sang Buddha Gautama, yaitu:

1. Kelahiran Pangeran Siddharta Gautama di Taman Lumbini (sekitar 623 SM).

2. Pencerahan saat Siddharta menjadi Buddha di bawah pohon Bodhi di Bodh Gaya, India.

3. Parinibbana atau wafatnya Sang Buddha di Kusinara pada usia 80 tahun, yang menandai berakhirnya siklus kehidupan-Nya.

Menariknya, ketiga peristiwa ini diyakini terjadi pada hari dan bulan yang sama, yaitu saat bulan purnama di bulan Waisakha (biasanya jatuh antara bulan Mei–Juni dalam kalender Masehi).

Hari Waisak adalah momen refleksi spiritual bagi umat Buddha yang digunakan untuk mengenang ajaran Sang Buddha tentang kebaikan, kasih sayang, dan jalan menuju kebijaksanaan, melatih diri dalam kebajikan seperti tidak membunuh, tidak mencuri, tidak berkata dusta, serta tidak merugikan makhluk hidup lainnya, dan melakukan perenungan serta meditasi agar batin menjadi lebih tenang dan tercerahkan.

Tradisi perayaan Waisak di Indonesia biasanya dilakukan melalui serangkaian acara keagamaan, seperti pengambilan air suci dari sumber tertentu seperti Umbul Jumprit di Temanggung, penyalaan Api Dharma dari Mrapen di Grobogan sebagai simbol pencerahan, prosesi Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur yang diikuti oleh ribuan umat Buddha dan bhikkhu sambil melafalkan paritta atau doa, serta pelepasan lampion ke langit sebagai simbol harapan, doa, dan penerangan batin. (GuLa)

Leave a Reply